Sultan Hassanal Bolkiah – Jika kita berbicara tentang kemewahan yang tak terbatas, kekuasaan yang absolut, dan koleksi mobil yang bisa membuat museum nasional manapun iri, hanya ada satu nama yang muncul di benak kita: Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah.
Sebagai Sultan ke-29 Brunei Darussalam, beliau bukan sekadar seorang pemimpin negara kecil di pesisir utara Pulau Kalimantan. Beliau adalah simbol dari sebuah era di mana emas, minyak, dan tradisi menyatu dalam satu takhta. Mari kita selami kehidupan sang Sultan yang penuh dengan fakta mencengangkan, intrik kekuasaan, dan gaya hidup yang melampaui imajinasi orang biasa.
1. Penguasa Terlama Kedua di Dunia
Setelah wafatnya Ratu Elizabeth II dari Inggris pada tahun 2022, Sultan Hassanal Bolkiah resmi naik takhta sebagai penguasa monarki yang memerintah paling lama di dunia yang masih hidup. Beliau dimahkotai pada tahun 1967, saat dunia masih sibuk dengan Perang Dingin dan pendaratan situs server luar negeri manusia di bulan masih berupa mimpi.
Namun, yang membuat kepemimpinannya unik bukan hanya durasinya. Sultan Bolkiah memegang peran yang sangat multifungsi. Beliau adalah:
- Sultan dan Yang Di-Pertuan (Kepala Negara)
- Perdana Menteri (Kepala Pemerintahan)
- Menteri Pertahanan
- Menteri Keuangan dan Ekonomi
- Menteri Luar Negeri
Singkatnya, di Brunei, “L’état, c’est moi” (Negara adalah saya) bukanlah sekadar slogan, melainkan realitas administratif.
2. Istana Nurul Iman: Rumah Terbesar di Planet Bumi
Lupakan Buckingham Palace atau Gedung Putih. Jika Anda ingin melihat rumah tinggal terbesar di dunia, Anda harus terbang ke Bandar Seri Begawan. Istana Nurul Iman memegang rekor Guinness World Records sebagai istana hunian terbesar bagi seorang kepala negara.
Bayangkan skala ini:
- 1.788 kamar tidur (Anda bisa tidur di kamar berbeda setiap malam selama hampir 5 tahun).
- 257 kamar mandi berlapis emas dan marmer.
- Garasi bawah tanah yang menampung ribuan mobil mewah.
- Masjid di dalam istana yang bisa menampung 1.500 jamaah.
- Kandang kuda ber-AC untuk 200 kuda polo kesayangan Sultan.
Setahun sekali, saat hari raya Idul Fitri, istana ini dibuka untuk umum. Ribuan rakyat Brunei dan turis mengantre hanya untuk bersalaman dengan sang Sultan dan mencicipi hidangan kerajaan.
3. Koleksi Mobil: “Gudang” Supercar Terbesar di Dunia
Bagi pecinta otomotif, koleksi mobil Sultan Hassanal Bolkiah adalah legenda yang mendekati mitos. Diperkirakan beliau memiliki sekitar 7.000 kendaraan mewah. Ini bukan sekadar mobil biasa, melainkan koleksi yang sangat spesifik dan banyak di antaranya adalah unit one-off (hanya dibuat satu di dunia).
Beberapa fakta gila tentang koleksinya:
- Ferrari & Bentley Kustom: Sultan sering meminta pabrikan besar membuat desain khusus hanya untuknya. Pernah dengar Bentley station wagon atau Ferrari empat pintu? Sultan memilikinya sebelum pabrikan itu bahkan terpikir untuk memproduksinya secara massal.
- Emas di Mana-Mana: Salah satu koleksinya yang paling ikonik adalah Rolls-Royce Silver Spur yang dilapisi emas 24 karat, digunakan khusus untuk acara kenegaraan dan pernikahan anak-anaknya.
- Tim Mekanik Khusus: Beliau memiliki tim ahli yang bekerja 24 jam sehari hanya untuk memastikan mesin ribuan mobil itu tetap menyala dan siap dikendarai kapan saja.
4. Gaya Hidup “Minyak” yang Tak Terbayangkan
Kekayaan Brunei rtp hari ini berasal dari cadangan minyak bumi dan gas alam yang melimpah. Dan Sultan tahu benar cara menikmatinya. Pernah dilaporkan bahwa Sultan rela merogoh kocek sebesar USD 20.000 (sekitar Rp300 juta) hanya untuk mendatangkan tukang cukur rambut langganannya dari London ke Brunei dengan tiket pesawat kelas satu.
Bahkan, untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-50 pada tahun 1996, Sultan mengundang “King of Pop” Michael Jackson untuk konser pribadi di Brunei. Kabarnya, Michael Jackson dibayar sebesar USD 17 juta untuk tampil, dan konser tersebut gratis bagi rakyat Brunei. Itu adalah pesta yang akan selalu dikenang sebagai salah satu pesta termahal dalam sejarah modern.
5. Hubungan dengan Rakyat: Negara Tanpa Pajak
Meskipun Sultan hidup dalam kemewahan yang luar biasa, rakyat Brunei juga menikmati “cipratan” kekayaan tersebut. Brunei dikenal sebagai salah satu negara dengan standar hidup tertinggi di Asia.
Keunikan hidup di bawah pimpinan Sultan Bolkiah:
- Tanpa Pajak Penghasilan: Rakyat Brunei tidak perlu membayar pajak penghasilan pribadi kepada pemerintah.
- Kesehatan & Pendidikan Gratis: Semuanya ditanggung negara, termasuk biaya kuliah di luar negeri jika kapasitas lokal tidak mencukupi.
- Subsidi Melimpah: Harga bensin, beras, dan perumahan sangat disubsidi, membuat biaya hidup menjadi sangat terjangkau bagi warga lokal.
Inilah alasan mengapa meskipun kekuasaannya absolut, Sultan tetap sangat dicintai dan dihormati oleh mayoritas rakyatnya. Ada semacam kontrak sosial tak tertulis: kesejahteraan hidup ditukar dengan loyalitas penuh pada takhta.
6. Kontroversi dan Hukum Syariah
Namun, perjalanan sang Sultan tidak selamanya mulus. Pada tahun 2014 dan diperkuat pada 2019, Sultan Bolkiah memperkenalkan hukum Syariah yang ketat di Brunei. Langkah ini memicu reaksi keras dari komunitas internasional, termasuk boikot terhadap hotel-hotel mewah milik Sultan di luar negeri (seperti The Beverly Hills Hotel di LA dan The Dorchester di London) oleh selebritas dunia.
Sultan tetap teguh pada pendiriannya, meskipun pada akhirnya memberikan klarifikasi mengenai penerapan hukuman mati untuk meredam kemarahan global. Hal ini menunjukkan sisi lain dari sang Sultan: seorang penguasa yang religius dan konservatif, yang ingin mengukuhkan identitas Islam di negaranya di tengah gempuran modernisasi.
7. Kehidupan Keluarga dan Sang Putra “Viral”
Bicara soal keluarga kerajaan Brunei, kita tidak bisa mengabaikan putra-putra Sultan. Salah satu yang paling menarik perhatian publik global adalah almarhum Pangeran Azim yang dikenal berteman dekat dengan artis Hollywood, dan tentu saja, Pangeran Mateen.
Pangeran Abdul Mateen telah menjadi ikon pop baru bagi Brunei. Dengan wajah tampan, hobi olahraga ekstrem, dan karier militer yang solid, Mateen membantu mencitrakan kerajaan Brunei yang tadinya tertutup menjadi lebih modern dan “terjangkau” melalui media sosial. Pernikahan Mateen pada awal 2024 lalu pun diselenggarakan dengan sangat mewah selama 10 hari, menunjukkan bahwa tradisi kemegahan Brunei masih sangat kuat di generasi penerus.
8. Sultan sebagai Pilot bagi Dirinya Sendiri
Salah satu fakta paling keren tentang Sultan Bolkiah adalah kemampuannya menerbangkan pesawat sendiri. Beliau adalah pilot berlisensi dan sering kali terlihat duduk di kokpit pesawat Boeing 747-400 miliknya yang bernilai triliunan rupiah (lengkap dengan wastafel emas di dalamnya) saat melakukan kunjungan kenegaraan.
Bayangkan Anda adalah seorang pemimpin negara yang datang ke pertemuan internasional, dan saat pesawat mendarat, bukan pilot sewaan yang keluar, melainkan sang Raja sendiri yang memegang kendali. Itu adalah tingkat kepercayaan diri dan keterampilan yang jarang dimiliki oleh pemimpin dunia manapun.
9. Warisan untuk Masa Depan: Visi Brunei 2035
Sultan sadar bahwa minyak tidak akan bertahan selamanya. Melalui Wawasan Brunei 2035, beliau berusaha mendiversifikasi ekonomi negaranya agar tidak hanya bergantung pada emas hitam. Beliau berinvestasi besar-besaran di sektor properti internasional, perbankan syariah, dan pariwisata.
Meskipun Brunei adalah negara kecil, pengaruh investasinya melalui Brunei Investment Agency (BIA) menjangkau seluruh dunia, memastikan bahwa kekayaan keluarga kerajaan dan kemakmuran rakyat akan terus terjaga hingga generasi-generasi mendatang.
Penutup: Antara Mitos dan Manusia
Sultan Hassanal Bolkiah adalah sosok yang kompleks. Di satu sisi, ia adalah representasi hidup dari dongeng 1001 Malam dengan kekayaan yang hampir mustahil dibayangkan. Di sisi lain, ia adalah pemimpin yang tenang, pragmatis, dan sangat menjaga nilai-nilai tradisional Melayu dan Islam.
Terlepas dari segala kemewahan dan kontroversinya, satu hal yang pasti: Sultan Brunei telah berhasil menjaga stabilitas dan kesejahteraan negaranya di tengah dinamika politik Asia Tenggara yang sering kali bergejolak. Beliau bukan hanya seorang raja; beliau adalah “Kuda Jingkrak” dari Maranello dalam versi pemerintahan—cepat, berkelas, mahal, dan tak tergantikan.
Jika ada satu pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan sang Sultan, itu adalah: Jika Anda memiliki dunia di telapak tangan Anda, pastikan rakyat Anda juga merasa memiliki sebagian darinya.